"Selamat Datang di Cindi's blog"

.

RSS

Bolehkah?


Asaku terbang melayang
menerobos hening malam
menyibak awan kelam
membelah cakrawala keheningan
menembus khatulistiwa penantian

Jiwaku melayang
mencari tampat persinggahan
mengharap uluran tangan
dengan segelas kasih pelepas dahaga jiwa

Bolehkah aku mengharapkan ?
seorang bidadari belahan jiwa
mendampingi hati ini dengan setia
menyiraminya dengan cinta
meneduhkannya dengan senyuman manja

Bolehkan aku mengharapkan ?

# Ketika jiwa tak kuasa menahan rasa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Untukmu ibunda

Bismillahirrahmanirrohim…

Teruntuk ibunda yang lembut hatinya….
Bukan aku menentang semua kata-katamu…
Bukan aku tak mau mendengarkan nasehatmu..
Aku tahu…
Batapa besar rasa cinta dan sayangmu untuku..
Dan akupun sama…

Aku teramat sangat mencitai dan menyayangimu…
Tapi maafkan aku…
Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu…
Aku begitu mencintai apa yang aku kenakan…
Aku mencintainya karena itu adalah seruan Alloh..

Rabb kita..

Perasaanku begitu sedih..
Manakala ibu mengatakan bahwa apa yang aku kenakan itu bukanlah suatu kewajaran…
Hatiku teriris…
Manakala ibu mengatakan bahwa aku telah “tersesat” dari jalan islam..
Dan air mataku tumpah…
Ketika ibu mengatakan semua ‘teguran-teguran keras’ kepadaku..
Semua itu terekam sebagai ancaman di pita memory otaku..

Aku tahu…
Maksud dari semua yang ibu lakukan terhadapku..
Tapi maafkan aku ibu…
Ketika Ayatulloh itu hadir dan mengisi relung keimananku yang kosong…
Entah mengapa..seruan itu begitu menyentuhku…
Menyentuh sisi kewanitaanku sebagai hambaNya yang selama ini kurang bersyukur…
Aku malu pada ALLOH ibu…
dosaku sudah bertumpuk..

Ketika aku melangkahkan kakiku setapak demi tapak dihadapan kaum adam dengan auratku yang terbuka…
Tanpa aku sadari..aku telah meletakan batu bata untuk membangun “istana” di neraka.. na’udzubillah..aku tidak menginginkannya!
Aku merasa nyaman dengan apa yang aku kenakan sekarang…
Aku merasa lebih terjaga dari pandangan nakal kaum lelaki…
Aku merasa lebih bebas bergerak..
Aku merasa lebih ‘cantik’ dihadapan Alloh..
Aku merasa menjadi diriku sendiri!!

Karena itu…
Ijinkan aku mengenakan pakaian takwa ini..
Biarkan kain ini menjulur pada tubuhku…
Biarkan dia menutup semua lekuk tubuhku..
Jangan lagi kau peduli dengan ucapan orang di luar sana…

Bukankah engkau lebih mengenal anakmu??

Ibu…

Aku selalu mencintai dan menyayangimu…
Tapi alangkah lebih menyenangkan..
Bila kita membingkai rasa cinta kita ini dengan rasa cinta kita pada ALLOH…

Karena…
Hanya Dialah yang lebih pantas kita cintai lebih dari apa pun….
Wallahu Ta’ala A’lam…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Popular Posts

Copyright by Cindi Astrid Irdam. Diberdayakan oleh Blogger.